Rabu, 08 Juni 2011

puisi anggrek biru

Selamat datang di Website Puisi Indonesia

anggrekbiru.com
Website Puisi Indonesia AnggrekBiru dot com ini didirikan pada bulan September 2006. Pada awalnya hanya mengkhususkan diri untuk menjadi website Kumpulan Puisi Cinta dengan author tunggal Ken Reidy selaku pemilik.
Seiring dengan perkembangan waktu, dimana waktu yang dimiliki oleh pemilik untuk menulis puisi tidak lagi tersedia, maka pada bulan Desember 2009, AnggrekBiru.com dibuka untuk umum.
Kini siapa saja dapat menulis puisi di sini. Semua macam puisi, tidak melulu puisi cinta.
Selamat membaca !
  • Sekarang anda bisa
Established by
Web Designer Indonesia
Proudly powered by
Wordpress
&

Selalu Ada Rencana Indah Untukmu

Sang Kuasa selalu punya rencana indah untuk kita umatNya
Sesekali langsung membahagiakan hati…
Terkadang sejenak bertentangan dengan harap
Kau hanya perlu mensyukuri dan merenungi
Usah kau terus mempertanyakan, buang semua logika
Berdoalah senantiasa… dan syukuri baik buruk yang kau rasa
Saat kau berniat baik dan meminta yang terbaik, itulah yang kan Dia beri
Terkadang seketika… seringkali harus lalui hari yang menguji hati
Selalu ada rencana indah untukmu
Walau seringkali kau melupakanNya
Selalu ada rencana indah bagimu
Jika kau terus meminta padaNya

Jika Saja Engkau Bukan Manusia

If  poetry is the code and the code is poetry then this is what happens:
503… (Lima Nol Tiga)
Aku menelponmu dan kau tak menjawabnya
403… (Empat Nol Tiga)
Kudatangi rumahmu dan tak seorangpun berkata engkau ada
405… (Empat Nol Lima)
Kutanya namun tak seorangpun orang rumahmu menjawabnya
500… (Lima Ratus)
Adakah engkau ingin kita berdua putus ?
206… (Dua Nol Enam)
Sebab dulu kau hanya mencintaiku di sebagian
hatimu
302… (Tiga Nol Dua)
Saat denganku engkau mencintaiku, saat dengannya aku engkau lupakan
301… (Tiga Nol Satu)
Dan kini rayuannya membuatmu benar-benar melupakanku
404… (Empat Nol Empat)
Hingga tak ada lagi tempat
Di hatimu untukku

Tak Pernah Berlalu

Mungkin aku memang lemah
Mungkin aku tak pernah punyai lelah
Saat ku terdiam menangisi pergimu
Terus ku terpaku oleh harapan semu
Sepertinya… t’lah cukup banyak kutulis
T’lah cukup dalam hati ini kuiris
Agar bisa kucoba lagi cinta dari mula
Dengan ia yang mampu merasakannya
Namun cinta untukmu terus bertahan
Di sekeping sisa hati ini pun cinta untukmu kurasakan
Kerinduan hadirmu tak pernah bisa hilang
Oh Tuhan… bagaimana semua ini harus kuartikan ?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar